Minggu, 09 Oktober 2011

Loe, Gue, End!!

"Loe ,Gue,...END !!!"

Sakit rasanya jk sebuah hub yg dirajut sekian lama tak mampu berakhir dipelaminan,atau sebuah bahtera rumah tangga terpaksa kandas&menimbulkan luka yg mendalam

Jika niat awal sudah baik,ikhtiyar sudah dilakukan dgn penuh kesabaran
tinggal kita butuh waktu unt menata hati kembali

Palingkan wajah dr rasa pahit,bangun dr kesedihan
Coba introspeksi diri mungkin ada yg salah dgn diri kita,jgn slalu mencari kambing hitam atas sebuah kegagalan. Bangkit dan keluarlah dari kamar dan carilah majelis majelis ilmu serta bersosialisasilah denga mereka agar kebuntuan otak pikiran bisa teralihkan kedalam hal hal yang manfaat. Ta usah kau mengurung diri, karena semakin kau mengurung diri dan menjauh dari kenyataan maka yang adalah hanyalah rasa mengasihi diri sendiri.

Luka itu biarlah menganga dan tak perlu ditambah dengan 'cuka' kesendirian
Sadari diri bahwa tiada asap jika tiada api. Lebih mudah menunjuk kesalahan orang lain namun sangat sukar melongok kekurangan diri. Hanya insan yg yg tulus menyadari kedhoifan diri.

Sobat,....
Pedihnya hati akan selalu terbawa sampai mati, namun itu bukan alasan untuk berdiam diri. tidak sedikit sahabat yang terjungkal namun mereka mampu bangkit dari rasa duka & menjadikan pengalaman pahit sebagai senjata untuk memperbaiki diri. Jika dia telah pergi dan engkau masih mencintainya, sampaikanlah dalam tasbih rasa di 1/3 malam dan waktu dhuha Nya untuk meminta yang terbaik dari segala masalah yang ada.

Namun mohon diingat, jangan mendikte Allah meminta si anu atau si itu, tapi sekali lagi mintalah yang terbaik, jika dia sosok masa lalu telah pergi namun jika dia sosok terbaik bagi mu maka dengan cara apapun insyaAllah akan kembali. Namun jika dia bukan yang terbaik bagimu maka mintalah pengganti yang lebih baik darinya walau tidak serupa dengannya

Penyesalan pasti selalu ada Sob,... dan itu kadang tiada guna setelah semua terjadi. Serpihan hati yang telah membuncar memang sukar disatukan kembali, biarpun bisa tersusun sedemian rupa namun garis retak akan ada. Mungkin perpisahan itu yang terbaik bagi kalian semua.

Yach,...
Perpisahan, Perceraian, Kematian adalah pasangan duet yang tidak mampu dipisahkan diantara perjumpaan dan sebuah kehidupan. JIka kita yang tidak meninggalkannya, mungkin dia yang meninggalkan kita. Pertanyaanya ???

Apa yang tersisa dari sebuah kehilangan ???

Apakah kenangan indah ataukah pahit?
Semua tinggal kita masing masing pribadi yang bisa mengolahnya. Jika nasi sudah menjadi bubur, maka tak perlu tergesa2 dibuang. Jika kita pandai menyiasati, maka tambahkan garam, kecap dan kerupuk maka jadilah bubur ayam yang cukup nikmat. Itulah hidup Sob,....

Apa yang kita inginkan belum tentu hasilnya sama seperti yang kita harapkan dan seringkali realita bertolak belakang dengan impian.

Keep positif thinking padaNya dan cumbu DIA dengan rayuan manja tasbih cinta dalam melalui ayat2 tersuratNYA (al Qur'an), jika pedih itu terlalu sakit dirasa, lepaskan bendungan tangismu namun isilah setiap isaknya dengan istigfar memohon ampun padaNYA. Mintalah padaNya agar beban masalah yang kau pikul dipundakmu diturunkan olehNYA.


"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
Yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap "
(QS. al-Insyirah 1-7)


Bangkit yuk sobat,....
Bukan hanya engaku sendiri kok yang dalam kesedihan, bersyukurlah padaNya agar nikmatNya semakin berlimpah padamu walaupun saat ini pahit kau rasa. Karena sejatinya sebuah hikmah akan terasa pada masa sulit itu berakhir. Sibukkan diri dengan kegiatan yang penuh hikmah dan untuk sementara waktu hindari tempat tempat yang pernah engkau lalui bersama. Bagi sobat yang mengalami kegagalan dalam pernikahan, berusahalah jangan engkau benci masa lalu pendampin hidupmu, apalagi jika ada buah hati cinta kalian yang dia butuh kasih sayang kedua orang tuanya walau perpisahan itu sudah terjadi. Engkau harus pandai pandai menjaga diri dimana sosok mantan suami/istri mu sekarang bukanlah sosok halal bagimu lagi, namun engkau harus menjaga hati dan rasa buah hati anda agar efek negatif perceraian itu bisa diminimalisir.


Salam Masbro untuk sahabat di 1/3 malam, semoga kalian tidak melewatinya masa indah dimana doa di ijabah menjemput rahmat dan ridloNya. Aamiin

Met mempersiapkan diri untuk shalat shubuh bagi sobat di wilayah Indonesia barat. Salam santun dariku,.... Moga engkau tabah sobat,...

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh


"Peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh
Dan belajarlah kejujuran dari sebuah cermin...

Dan jangan sekali-kali meremehkan dirimu !!!
Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar
hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil !!!

Bisakah kita belajar utk bisa merasa ?
bukan hanya sekedar merasa bisa ???!"

"Sob,...Setiap dari kita akan mendapatkan cobaan dari Allah, cobaan yang tidak melebihi dari kemampuan kita, dan aku percaya apa yang kita alami sebagai cobaan dari Allah, dan sebagai bukti bahwa Allah masih menyayangi kita.

Dan hidup yang sulit dan tidak mapan membuat kedewasaan bagi mereka yang ada di dalamnya, walaupun terkadang kedewasaan itu membuat mereka berubah menjadi lebih buruk.
Pilih yang terbaik diantara yang terbaik, berpikir efisien, Insya Allah kesuksesan akan berada di tangan."
Bismillah,.............

Minggu, 11 September 2011

Untukmu Calon Tulang Rusukku

Bismillahirrahmaanirrahiim


Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum
ღAmiin ya Rabbal'alamin.

Tangan ini mula menulis apa yang telah dikarangkan oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mula tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acap kali aku mendengar bahawa ungkapan "Kau tercipta untukku."

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya erti kalimah ini kerana diselubungi jahiliyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, baru kini aku mengerti bahawa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tangungjawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, iaitu dirimu. Aku mula mempersiapkan diri dari segi fizikal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.

Aku mahukan pertemuan kita yang pertama aku kelihatan 'sempurna' di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku cuba mempelajari erti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku cuba membataskan perbicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting kerana aku risau aku menceritakan rahsia diriku kepadanya kerana seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustaz. Diriku diselubungi jubah, digelar syeikh.

Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar daie. Bukan itu yang aku pinta kerana aku hanya mengharapkan keredhaan Allah. Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita kerana perawakanku dan perwatakanku.

Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita."

Aku khawatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya.

Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga.

Aku berasa bersalah kepada dirimu kerana khuatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu kerana dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau.

Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, nescaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. "Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik."

Jiwa remaja ku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu.

Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu.

Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu,

akan ku lihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita.

Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta,
wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

"Kawinilah isteri kerana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama.

Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.” Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita.

Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita,Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan perkahwinan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin.

Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Wahai saudari seakidahku..carilah lelaki yang mampu menjadi imam untukmu..yang menitis air mata melihat kesakitan mu ketika melahirkan zuriatnya..dan lelaki yang m'bangunkanmu untuk bangun beribadat bersama-sama pada 2/3 malam....

Selasa, 09 Agustus 2011

10 racun psikologi

Racun pertama : Menghindar
--------------------------​-------
Gejala:
lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.

Antibodinya : Realitas

Cara :
Berhentilah menipu diri.
Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.



Racun kedua : Ketakutan
--------------------------​---
Gejala:
tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, problem seksual, dll...

Antibodinya : Keberanian

Cara :
Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan.
Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.


Racun ketiga : Egoistis
--------------------------
Gejala :
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.

Antibodinya : Bersikap sosial

Cara :
Jangan mengeksploitasi teman.
Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari oranglain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.



Racun keempat : Stagnasi
--------------------------​------
Gejala:
berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.

Antibodinya : Ambisi

Cara :
Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita.
Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.


Racun kelima : Rasa rendah diri
--------------------------​----------
Gejala :
Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.

Antibodinya : Keyakinan diri

Cara :
Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah.
Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.



Racun keenam : Narsistik
--------------------------​---
Gejala :
Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.

Antibodinya : Rendah hati

Cara :
Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia.
Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.



Racun ketujuh : Mengasihani diri
--------------------------​------------
Gejala :
Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.

Antibodinya : Sublimasi

Cara :
Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri.
Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.



Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
--------------------------​------------------------
Gejala :
Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.

Antibodinya : Kerja

Cara :
Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja.
Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.



Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
--------------------------​-------------------
Gejala :
Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.

Antibodinya : Kontrol diri

Cara :
Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri.
Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.




Racun kesepuluh : Kebencian
--------------------------​--------
Gejala :
Keinginan balas dendam, kejam, bengis.

Antibodinya : Cinta kasih

Cara :
Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.
Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.





Ketika kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia, gunakan cara diatas sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang !!!

Senin, 08 Agustus 2011

ke ISTIMEWAAN wanita

ISTIMEWANYA SOSOK WANITA
===============
​=====

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.


Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ???
---------------​---------------​---------------​------------
1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga Dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,IA perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung Dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat Dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, Dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid Dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungja​wabkan terhadap 4 wanita,
yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,
yaitu:sembahyan​g 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya Dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabny​ a kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.


Masya ALLAH !!!!
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai Kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan
Buatan mereka. (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum​ buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki) Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga Dan mengantarkannya​ menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd Dan semu di dunia ini. Tunaikan Dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu

Rabu, 03 Agustus 2011

Hikmah Ramadhan

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Berkenan dengan datangnya bulan Ramadhan, yang bulan itu sebagai musim ibadah dan ketaatan. Alangkah baiknya jika Anda berkenan memberikan nasihat kepada kaum muslimin berkaitan dengan hal ini. Semoga Allah Azza wa Jalla menjaga, menolong dan memberikan taufiq kepada Anda.

Jawaban
Sebuah kalimat yang saya tujukan kepada kaum muslimin, bahwasanya pada bulan ini terdapat tiga macam ibadah yang agung, yaitu zakat, puasa, dan qiyam (berdiri untuk shalat).

Pertama : Zakat
Kebanyakan manusia menunaikan zakatnya pada bulan ini. Menunaikan zakat dengan penuh amanah merupakan kewajiban setiap orang. Hendaknya seseorang merasa bahwa zakat merupakan ibadah dan sebagai salah satu kewajiban Islam. Dengan itu, ia bisa mendekatkan diri kepada Rabbnya dan melaksanakan salah satu dari rukun Islam yang agung. Membayar zakat bukan sebuah kerugian sebagaimana yang digambarkan syaitan.

Allah Azza wa Jalla berfirman.

“Artinya : Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedangkan Allah menjanjikan kepadamu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lag Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 268]

Bahkan membayar zakat sebenarnya merupakan keuntungan. Karena Allah Azza wa Jalla telah berfirman.

“Artinya : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 261]

“Artinya : Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka adalah seperti kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat itu tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (telah cukup baginya). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” [Al-Baqarah : 265]

Kemudian hendaknya seorang muslim mengeluarkan zakat yang wajib atasnya, baik dari harta yang sedikit maupun banyak. Selalu mengintropeksi diri dan tidak melalaikan setiap yang wajib dizakati, melainkan ia membayarkannya. Dengan demikian, dia akan terbebas dari tanggungan dan ancaman dahsyat, sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman.

“Artinya : Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil terhadap harta-harta yang Allah berikan kepada mereka sebagai karunia-Nya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sesungguhnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari Kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala urusan(yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Ali-Imran : 180]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” [At-Taubah : 34-35]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah Azza wa Jalla, lalu ia tidak menunaikan zakatnya, (maka) pada hari Kiamat hartanya dijelmakan menjadi seekor ular jantan aqra’ (yang putih kepalanya, karena banyaknya racun pada kepala itu) yang berbusa di dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Ular itu mencengkeram dengan kedua rahangnya, lalu ular itu berkata, ‘Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu”.

Adapun ayat yang kedua, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkannya dengan bersabda.

“Artinya : Tidaklah pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya (yaitu zakat) melainkan pada hari Kiamat akan dijadikan lempengan-lempengan di neraka. Kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam. Lalu dibakarlah dahi, lambung dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin kembali (dipanaskan dalam neraka Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Hal itu dilakukan pada hari Kiamat), yang satu hari sebanding dengan 50 ribu tahun, hingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau akan diperlihatkan) jalannya. Apakah dia menuju surga atau neraka.

Demikian juga wajib baginya untuk memberikan zakat kepada orang yang berhak menerimnya. Janganlah membayar zakat hanya sebagai kebiasaan atau dalam keadaan terpaksa. Dan dengan pembayaran zakat itu, (kemudian) tidak (berarti) menjadikan kewajiban-kewajiban selain zakat menjadi gugur. Sehingga dengan demikian, pembayaran zakat akan menjadi amalan yang diterima.

Kedua : Adapun Perkara Kedua Yang Dilakukan Kaum Muslimin Pada Bulan Ini, Ialah Puasa Ramadhan, Satu Diantara Rukun-Rukun Islam.
Adapun manfaat puasa, ialah sebagaimana telah disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” [Al-Baqarah : 183]

Maka manfaat puasa yang sesungguhnya, ialah takwa kepada Allah Azza wa Jalla dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga manusia melaksanakan apa yang diwajibkan Allah Azza wa Jalla kepadanya, yaitu berupa bersuci dan shalat, serta menjauhi yang telah Allah Azza wa Jalla haramkan baginya, seperti berdusta, menggunjing, dan menipu, serta lalai dengan kewajiban-kewajibannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan masih juga melakukannya, serta melakukan perbuatan-perbuatan bodoh, maka Allah tidak membutuhkan terhadap puasanya, meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya”.

Yang amat disayangkan, kebanyakan kaum muslimin yang berpuasa pada bulan ini, perbuatan mereka tidak jauh berbeda dengan tatkala hari-hari berbuka (saat tidak berpuasa). Terkadang antara mereka dijumpai ada yang masih melalaikan kewajiban atau melakukan keharaman. Dan sekali lagi, ini sangat disesalkan. Adapun mukmin yang berakal, ialah mereka yang tidak menjadikan hari-hari puasanya sama seperti hari-hari berbukanya. Akan tetapi (sudah menjadi keharusan), apabila pada hari-hari puasanya, ia menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih taat kepadaNya.

Ketiga : Perkara Ketiga, Yaitu Qiyam (Berdiri Untuk Shalat)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajak untuk melakukan qiyam dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan balasan, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”.

Sebagaimana telah dimaklumi, qiyam Ramadhan ini mencakup shalat-shalat sunnah pada malam hari dan shalat tarawih. Oleh karena itu, seharusnya setiap orang supaya memperhatikan dan menjaganya, serta berusaha mengikuti imam shalat sampai selesai. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang shalam (malam) bersama imam hingga selesai shalatnya, akan ditulis (pahala) shalat semalaman”.

Adapun bagi para imam yang mengimami manusia pada shalat tarawih, mereka wajib bertakwa kepada Allah dalam hal-hal yang berkaitan dengan ma’mum. Mereka harus shalat dengan tuma’ninah dan tenang (tidak tergesa-tergesa), sehingga para ma’mum bisa melaksanakan setiap kewajiban dan amalan-amalan sunnah sebaik mungkin. Sedangkan yang dilakukan kebanyakan manusia pada hari ini. Mereka shalat secara cepat sehingga tidak tuma’ninah. Padahal tuma’ninah merupakan bagian dari rukun-rukun shalat. Shalat tidak sah kecuali dengan tuma’ninah. Oleh karena itu, tergesa-gesa dalam shalat adalah haram. Sebab (1) mereka meninggalkan tuma’ninah, (2) seandainya mereka (imam) tidak tuma’ninah, maka sesungguhnya mereka menjadikan lelah orang-orang yang di belakangnya serta menyebabkan orang-orang itu meninggalkan tuma’ninah.

Oleh karena itu, seseorang yang mengimami manusia, jangan seperti jika ia shalat sendiri. Dia harus menjaga amanah terhadap manusia dan melaksanakan shalat dengan benar. Para ulama telah menyebutkan, bahwasanya seorang imam dimakruhkan untuk mempercepat shalat sehingga menghalangi ma’mum untuk melaksanakan amalan sunnah. (Apabila demikian keadaannya), maka bagaimana jika imam mempercepat shalat sehingga menghalangi ma’mum dari mengerjakan sesuatu yang wajib?

[Disalin dari majalan As-Sunnah Edisi 05/Tahun XI/1428H/2007M, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl Solo-Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo Solo]